Anda Pengunjung yang ke

HEADLINE NEWS

Sabtu, 25 Agustus 2012

Kue Serabi Kroya


Serabi Tradisional Jawa Tengah
Serabi Ibu Suwarti, Legit dengan Tekstur Lembut
  Serabi Ibu Suwarti memang beda dengan serabi pada umumnya. Serabi yang kita temui sehari-hari, menggunakan santan dalam penyajiannya sedangkan Serabi Ibu Suwarti, santan plus gula jawa ditambahkan saat membuat serabi. Hasilnya, bisa dirasakan perbedaan tekstur dan rasa Serabi. Seperti yang disajikan Ibu Suwarti (60) maestro Serabi Kroya di Karangmangu Jatisaba Kroya Cilacap.
Pada pukul 04.00 s.d 07.00 wib pagi di Prapatan dekat SMP PGRI 1 Karangmangu Kroya.


Bahwa untuk Serabi Kroya ini tidak sulit membuat namun butuh kesabaran saat membuat adonan. Kalau tidak sabar, adonan bisa cuer (encer sekali) atau sebaliknya terlalu kental. Selain itu, memasak sebaiknya dengan tungku arang untuk memberikan aroma yang berbeda. Untuk mendapatkan Serabi Kroya yang enak saya belajar selama 5 tahun. Namun karena langkanya kayu bakar maka sekarang memakai kompor gas dan tidak mengurangi rasa khasnya.

Kelegitan menjadi daya tarik Serabi Ibu Suwarti. Jajanan tradisional Indonesia ini tentunya sangat tepat dinikmati pagi hari sebagai teman minum teh sambil bersantai bersama keluarga atau pun dapat dijadikan buah tangan untuk kolega maupun keluarga di rumah.
Bahan yang dibutuhkan :
1. 1 kg tepung beras
2. 1,5 kg gula jawa.
3. 1 butir kelapa muda untuk dibuat parutan klapa.
Cara membuat :
1. Tepung beras dicampur parutan klapa muda. Semuanya di-uleni (diaduk dengan tangan) dan ditambahkan air secukupnya menjadi adonan yang tidak terlalu cair atau kental. Setelah itu dibiarkan 1 malam agar adonan mengembang.
3. Untuk memasak serabi sebaiknya menggunakan tungku batu bara (arang) dengan wajan kecil dan tutup dari bahan tanah liat namun bias juga memakai kompor gas.
4. Adonan dimasukkan ke wajan dan ditutup. Setelah agak matang ditambahkan gula jawa yang diadon kental di atasnya, ditutup kembali.
5. Serabi siap dihidangkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar